Tiga Gunung Api Indonesia Erupsi Selasa Malam

Berita Maluku   Berita Ambon  Jakarta (MataMaluku) – Tiga gunung api aktif di Indonesia, yakni Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Gunung Semeru di Jawa Timur, mengalami erupsi secara beruntun pada Selasa malam. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas erupsi ketiga gunung api tersebut berdasarkan pemantauan yang dilakukan hingga Selasa malam. Masing-masing gunung menunjukkan aktivitas vulkanik dengan karakteristik dan tingkat ancaman yang berbeda. Gunung Ibu yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami tiga kali erupsi dalam kurun waktu beberapa jam. Erupsi pertama terjadi pada pukul 20.36 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Erupsi kembali terjadi pada pukul 20.58 WIT. Pada letusan kedua tersebut, kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi Gunung Ibu berlanjut pada pukul 23.11 WIT. Gunung tersebut kembali memuntahkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah timur laut serta timur. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi, aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, juga mengalami erupsi pada Selasa malam. Letusan tercatat terjadi pada pukul 21.09 Wita. Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu tebal yang membumbung hingga sekitar 300 meter di atas puncak. Arah sebaran kolom abu terpantau menuju barat dan barat laut. Selain itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 11 milimeter dan durasi selama 109 detik. Badan Geologi menetapkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tetap memperhatikan rekomendasi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait seiring masih berlangsungnya aktivitas vulkanik gunung tersebut. Pada waktu yang hampir bersamaan, Gunung Semeru di Jawa Timur juga mengalami erupsi. Aktivitas erupsi Gunung Semeru tercatat pada pukul 20.33 WIB. Petugas Pemantau Gunung Api Semeru melaporkan bahwa visual letusan tidak dapat diamati karena kondisi puncak gunung tertutup kabut. Namun, getaran erupsi tetap terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan durasi 235 detik. Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi menetapkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik gunung tersebut. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Dengan adanya aktivitas erupsi di tiga gunung api tersebut, masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari Badan Geologi serta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya.