Tiga Hari, Lima Kebakaran Melanda Maluku Tenggara

Berita Maluku Terkini   Berita Maluku Tenggara  Langgur, Maluku Tenggara (DMS) – Lima kejadian kebakaran tercatat terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara dalam kurun tiga hari, 21 hingga 23 Agustus 2026. Sebagian besar titik kebakaran berada di lahan kosong yang berdekatan dengan kawasan permukiman warga. Kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Kei Kecil dan Kecamatan Manyeuw. Kondisi cuaca panas dan kemarau yang masih berlangsung diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Kepala Seksi Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maluku Tenggara, Thomy Renurth, membenarkan lima kejadian tersebut saat dikonfirmasi DMS Media Group melalui WhatsApp, Minggu (23/8/2026). Pada Minggu (23/8), dua kebakaran terjadi dalam waktu berbeda. Kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 12.01 WIT di lahan kosong depan Mess Bintara TNI Angkatan Udara Lanud Dumatubun, Langgur, Kecamatan Kei Kecil. Sekitar pukul 15.16 WIT, kebakaran kembali terjadi di belakang SD Ohoi Namar, Kecamatan Manyeuw. Api membakar lahan kosong di sekitar lokasi tersebut. Sehari sebelumnya, Sabtu (22/8), dua kejadian terjadi di Ohoi Kolser. Kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 11.40 WIT di lahan kosong kawasan permukiman warga pada jalan menuju Ohoi Ngayub. Kebakaran lainnya terjadi sekitar pukul 19.27 WIT di depan Cafe Green Hill, Jalan Poros menuju Ohoi Loon. Sementara pada Jumat (21/8), api membakar kawasan bahu jalan di Ohoi Kolser. Laporan kejadian tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara, Bosko Rahawarin, kepada petugas Regu Jaga 3 Damkar sekitar pukul 18.27 WIT. Setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti petugas dengan mendatangi lokasi. Pemadaman dilakukan bersama masyarakat dan api pada seluruh kejadian dapat dikendalikan dalam waktu kurang dari 90 menit. Thomy menjelaskan, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian situasi atau size up sebelum menjalankan proses pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi lokasi, arah penyebaran api dan tingkat risiko terhadap bangunan di sekitar. Setelah kondisi dinyatakan masuk status kebakaran merah, petugas melakukan pemutusan titik api yang dilanjutkan dengan pendinginan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau sumber panas yang dapat memicu munculnya api kembali. Tidak ada korban jiwa dalam lima kejadian tersebut. Namun, rangkaian kebakaran menjadi perhatian Damkar Maluku Tenggara karena sebagian terjadi di lahan kosong yang berada dekat dengan kawasan aktivitas warga. Kondisi kemarau dan cuaca panas membuat material kering di lahan terbuka lebih mudah terbakar. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjadi penting, terutama di kawasan yang terdapat vegetasi kering dan berdekatan dengan permukiman.