Jepang Siapkan Tempat Perlindungan Bawah Tanah di Tokyo
berita Ambon berita Maluku terkini Tokyo (DMS) – Jepang menyiapkan fasilitas bawah tanah di dekat Stasiun Tokyo sebagai tempat perlindungan bagi warga dan wisatawan jika terjadi serangan rudal balistik. Pemerintah Metropolitan Tokyo telah mengumumkan rencana untuk memanfaatkan Area Parkir Yaesu sebagai tempat perlindungan darurat. Fasilitas tersebut berada sekitar 2 hingga 11 meter di bawah permukaan tanah. Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan survei untuk rencana tersebut akan dimulai pada tahun fiskal berjalan hingga Maret. Survei dilakukan sebagai tahap awal sebelum fasilitas Parkir Yaesu dimodifikasi menjadi tempat perlindungan. Menurut seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo, modifikasi fasilitas tersebut antara lain mencakup pemasangan pintu tahan ledakan dan rak penyimpanan untuk perlengkapan darurat. Area Parkir Yaesu memiliki total luas lantai sekitar 13.000 meter persegi. Lokasinya yang berada di dekat Stasiun Tokyo menjadi salah satu alasan fasilitas tersebut dipilih. Koike menyebut Stasiun Tokyo sebagai “pintu gerbang ibu kota” karena kawasan tersebut banyak dikunjungi warga maupun wisatawan. Karena itu, keberadaan tempat perlindungan di lokasi tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan dalam kondisi darurat. Fasilitas di Yaesu nantinya akan menjadi tempat perlindungan darurat bawah tanah kedua di Tokyo. Sebelumnya, pemerintah juga sedang mengubah fasilitas penyimpanan bencana seluas 1.400 meter persegi di Stasiun Kereta Bawah Tanah Azabu-Juban. Antisipasi Ancaman Rudal Rencana pembangunan tempat perlindungan bawah tanah tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian Jepang terhadap ancaman rudal balistik Korea Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba peluncuran rudal ke perairan kawasan, termasuk Laut Jepang. Pada saat yang sama, negara tersebut terus mengembangkan program nuklirnya. Koike menyebut peluncuran rudal berulang kali oleh Korea Utara sebagai ancaman serius bagi Jepang. Ia menegaskan pentingnya langkah untuk melindungi warga Tokyo beserta harta benda mereka dari kemungkinan serangan. Menurut pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo, sejumlah detail proyek belum ditentukan. Tanggal penyelesaian, persyaratan konstruksi khusus, dan biaya pembangunan akan ditetapkan setelah survei selesai. Survei tersebut dijadwalkan berlangsung hingga tahun fiskal 2027. Hasil survei akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan tahapan pembangunan dan modifikasi fasilitas secara lebih rinci. Tempat Perlindungan di Okinawa Pemerintah pusat Jepang sebelumnya juga mengumumkan rencana pembangunan tempat perlindungan serupa di sejumlah pulau terpencil di Okinawa, wilayah selatan Jepang. Rencana tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan militer China terhadap Taiwan. Beijing mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mencapai reunifikasi. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Pulau Yonaguni, pulau paling barat Jepang yang berjarak sekitar 110 kilometer sebelah timur Taiwan. Pembangunan tempat perlindungan di Pulau Yonaguni dijadwalkan selesai sekitar musim semi 2028. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi keadaan darurat.